Alur
kerja power supply
Power
Supply
Berfungsi selain untuk mengubah arus listrik bolak – balik ( AC )
yang disediakan oleh PLN menjadi arus listrik searah ( DC ) yang
dibutuhkan oleh kompoenen Elektronik/ PC. AAHHZT2AQCCX
Selain
fungsi diatas Power Supply berfungsi :
1.
Rectification
yaitu konversi input AC menjadi DC.
2.
Voltage
Transformation yaitu memberikan output tegangan/ voltage DC yang
sesuai yang dibutuhkan.
3.
Filtering
yaitu Penyaring arus listrik DC, sehingga output yang dihasilkan jauh
lebih bersih.
4.
Regulation
yaitu Mengendalikan tegangan output, beban daya, perubahan kenaikan
temperatur kerja dan toleransi perubahan tegangan daya input agar
tetap stabil sesuai tingkatan yang dibutuhkan.
5.
Isolation
yaitu Sebagai pemisah tegangan output secara elektrik
6.
Protection
yaitu Pencegah terjadinya lonjakan tegangan listrik sehingga hasil
tegangan output tetap stabil, biasanya dilengkapi dengan sekering
sebagai antisipasi.
Alur
kerja power supply
Input
listrik AC220V diubah ke DC melalui rectifier, kemudian filtering (
proses pembersihan dari dari noise sumber listrik AC ) dengan
penambahan rangkaian PFC ( Power factor correction ) biasanya
menggunakan rangkaian kapasitor untuk lebih meratakan tegangan yang
dihubungkan dengan field-effect transistor (MOSFET).
MOSFET
terhubung secara serial dengan sisi input transformator sebagai
on-off switch, yang akan menghasilkan feedback jika terjadi perubahan
yang dibutuhkan berupa sinyal PWM sehingga dengan cepat hasil uotput
akan tetap terjaga.
Pengukuran
Tegangan Power Supply
Kabel
power yang terdiri dan warna kuning (12V), hitam, hitam, dan merah (5
V). Kabel ini biasa dikoneksikan ke harddisk
atau perangkat
optical storage (CD/DVD-ROM drive).
Untuk
mengukur tegangan output power supply perhatikan Susunan warna
konektor Untuk mengukur output 5V, hubungkan multimeter pada kabel
merah (+) dan hitam (minus/ground ), dan baca hasil yang didapat.
Untuk output 12V, hubungkan kabel kuning (+) dengan hitam
(minus/ground ).
Tegangan
dan konektor power utama (20-pin ATX atau 24-pin BTX) juga dapat
diukur untuk memastikan outputnya. Perhatikan saja titik plus dan
minus/ground untuk pengukuran tersebut (lihat gambar ).
Hasil
output yang terlihat pada multimeter/ AVO meter tidak akan
persis/mutlak 3,3/5/12 volt. Hasil tegangan dapat mempunyai toleransi
turun-naik sekitar 5%, misalkan 5,1 volt, 11,8 volt dan sebagainya.
Namun bila jaraknya terlalu jauh dan toleransi, bisa dikatakan output
dan PSU tersebut sudah tidak stabil dan dapat menyebabkan PC
bermasalah, seperti cepat panas atau tidak stabil yang dapat
mengakibatkan PC
hank.
Mendiagnosa Kerusakan Pada Power Supply
Jika
POWER SUPPLY rusak maka dapat di pastikan komputer tidak akan menyala
alias mati total, adapun power supply menyala tetapi ada bagian
komponen dari PC yang tidak berfungsi , misalnya HARDISK kita tidak
terdeteksi oleh PC padahal kipas power supply menyala dan kabel data
hardisk kita berfungsi , kemungkinan hal tersebut terjadi karena
kabel sumber tegangan yang memberikan tegangan pada hardisk
bermasalah
Berikut
cara menguji kerusakan pada power supply, ada 3 cara tes Power
Supply :
- Menggunakan multimeter , hal ini dilakukan apabila kita ingin mendiagnosa permasalah pada kabel tegangan PSU , kita dapat mengetahui kabel yang memiliki tegangan dan tidak.
- Menggunakan power supply tester untuk melakukan tes otomatis , kita hanya tinggal menghubungkan kabel 20 atau 24 pin ke konektor yang telah disediakan.
- Tes manual dengan menghubungkan kabel hitam dan hijau menggunakan kabel pendek , untuk mengetahui power supply masih berfungsi atau tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar